Halaman

Senin, 01 April 2013

Awan Dan Spesifikasinya


Awan adalah sekumpulan tetesan air/kristal es di dalam udara di atmosfer yang terjadi karena pengembunan/pemadatan uap air yang terdapat dalam udara setelah melampaui keadaan jenuh. Kondisi awan dapat berupa cair, gas, dan padat karena dipengaruhi oleh suhu.
Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Penguapan ini bisa terjadi dengan dua cara:
  1. Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyengat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
  2. Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfir lembap. Udara makin lama akan menjadi semakin tepu dengan uap air.
Apabila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan
Jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang. Inilah yang menyebabkan itu awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan
Pada tahun 1894, Komisi Cuaca Internasional membagi bentuk awan menjadi 4 kelompok utama Berdasarkan ketinggiannya yaitu :
a. Awan tinggi Bentuk awan tinggi antara 10.000 dan 25.000 kaki (3.000 dan 8.000 m) di daerah kutub , 16.500 dan 40.000 kaki (5.000 dan 12.000 m) di daerah beriklim sedang dan 20.000 dan 60.000 kaki (6.000 dan 18.000 m) di daerah tropis .Awan yang tergolong sebagai awan tinggi adalah :terdiri atas awan cirrus (Ci); awan cirrocumulus (Cc); dan awan cirrostratus (Cs) yang merupakan pertanda datangnya hujan.
b.  Awan sedang Pada kawasan tropis awan ini terletak pada ketinggian 2–8 km, pada kawasan iklim sedang terletak pada ketinggian 2–7 km, sedangkan pada kawasan kutub terletak pada ketinggian 2–4 km. Yang termasuk dalam awan sedang adalah :
, terdiri atas awan altocumulus (Ac); awan altostratus (As).
c.  Awan rendah (0-2000 m) terdiri atas awan stratocumulus (Sc) yang merupakan pertanda datangnya hujan salju; awan stratus (St).
d. Awan dengan susunan vertikal Pada kawasan tropis awan ini terletak pada ketinggian 2 – 8 km, pada kawasan iklim sedang terletak pada ketinggian 2 – 7 km, sedangkan pada kawasan kutub terletak pada ketinggian 2 – 4 km.terdiri atas awan nimbostratus (Ns) yang merupakan awan gerimis; awan cumulus (Cu); awan cumulonimbus (Cb) yang merupakan awan guntur pertanda datangnya badai.
Berikut ini adalah contoh dari awan-awan yang ada diatas :

Jumat, 29 Maret 2013

PENANGANAN MUATAN

Soal Penanganan Muatan


1.    Sebuah kapal memiliki geladak antara dengan ukuran panjang = 9 meter , Lebar = 3,5 meter dan Tinggi = 3 meter , daya tampung geladak tersebut ( DLC ) = 1,5 t / m2 akan dimuati tembaga BJ = 2,4. Bila dalam pemuatannya BS diperhitungkan sebesar 5 % hitunglah berapa ton tembaga yang dapat dimuat, agar tidak melebihi batas kemampuan geladak tersebut ?
Jawab :
Diketahui :
Tween deck       : 9 m x 3,5 m x 3 m
DLC                : 1,5 ton / m2
BJ 5 %             : 0,95 = 95 %
Efektif Space           : 95 % = 0,95
Penyelesaian :
SF            = 1 / DENSITY
SF        = 1 / 2,4 = 0,4171
H tembaga = DLC x SF
                        = 1,5 x 0,417
                        = 0,625
Berat muatan  = P x L x H tembaga x Efektive Space / SF
                             =  9 x 3,5 x 0,625 x 0,95 / 0,417
                             =  44,8519 ton

berlabuh jangkar

Berlabuh jangkar dengan rantai jangkar 3 segel diair = posisi kapal berlabuh jangkar dimana segel ketiga pada rantai jangkar berada dibawah permukaan air dan jangkar dalam keadaan makan
Fungsi jangkar selain berlabuh jangkar :
·         Ø Membantu olah gerak kapal sewaktu sandar dan lepas sandar
·         Ø Untuk membantu olah gerak kapal mundur agar haluan tetap bergerak lurus
·         Ø Untuk mengurangi akibat terjadinya tubrukan
·         Ø Untuk berputar si perairan yang sempit
·         Ø Untuk mengetahui apah jangkar yang sudah diletgo makn atau tidak
Pertimbangan pertimbangan untuk berlabuh jangkar dengan baik :
·         Ø Tempat berlabuh sesuai dengan sarat kapal
·         Ø Tempat belabuh cukup untuk berputar kapal
·         Ø Tempat berlabuh jauh dari bahaya navigasi
·         Ø Transportasi lancar
·         Ø Komunikasi tidak terganggu